Reuni 5 Alumni FIA UB Niaga Ganjil 86
Catatan Jalal kembali mengabadikan momen berharga. Kali ini, kisah perjalanan hidup membawa saya merayakan persaudaraan abadi bersama teman-teman kuliah seangkatan di Surabaya dan Madura.
Home » Catatan Jalal: Reuni 5 Alumni FIA UB Niaga Ganjil 86
Reuni ke-5 Alumni FIA UB Niaga Ganjil 86 di Surabaya
Waktu boleh terus berjalan dan usia boleh bertambah, namun ikatan persaudaraan masa kuliah tidak akan pernah luntur. Melalui Blog Pribadi Jalal ini, saya ingin mengabadikan sebuah momen yang sangat menyentuh hati. Kami, para alumni FIA UB Niaga Ganjil angkatan 1986, baru saja sukses menggelar acara Reuni ke-5 di Kota Surabaya. Acara penuh kenangan ini berlangsung meriah selama tiga hari, tepatnya pada tanggal 14 hingga 16 September 2024.
Bang Doddy selaku mantan ketua kelas memimpin langsung jalannya acara ini. Berkat kerja keras panitia dan kebaikan para donatur, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat lancar. Sebanyak 18 peserta yang terdiri dari 10 ibu-ibu dan 8 bapak-bapak hadir memeriahkan suasana. Meskipun tidak semua alumni bisa datang, kehangatan dan rasa kekeluargaan tetap terasa begitu kental sejak menit pertama kami bertemu.
Hadir dalam ingatan dan momen berharga ini, berikut adalah daftar lengkap rekan-rekan yang sempat berkumpul di Hotel Bisanta Bidakara Surabaya:
1. Budi Utomo
2. Deffri Aziz
3. Dody Widyatmoko
4. Jalalludin
5. Kadarisman
6. Moh. Buchori
7. Yogi Pranowo
8. Zainul Hadi Rangkuti
9. Ade Murdiana
10. Agus Sri Wahyuni
11. Christina Kerto Putri
12. Dwi Restyaningsih
13. Emy Sulistyowati
14. Maslik Ifa
15. Nining Setyowati
16. Siti Mexicowemi
17. Yulianti
18. Zuriyah Mahmudah
Hari Pertama: Nostalgia Kota Tua dan Hangatnya Kebersamaan
Kami membuka hari pertama dengan agenda ramah tamah dan temu kangen di hotel. Rasa rindu yang terpendam bertahun-tahun langsung mencair dalam obrolan santai. Memasuki waktu sore, kami rombongan langsung meluncur untuk menikmati keindahan Wisata Kota Tua Surabaya di kawasan Jembatan Merah. Udara sore Surabaya menyambut kami yang sibuk berfoto dan mengenang masa muda.

Setelah puas menjelajahi kota tua, kami memanjakan lidah dengan berburu kuliner khas Jawa Timur. Kami menikmati kelezatan Soto Dok dan Rawon Kalkulator yang legendaris di Warung Sedap Malam, Sentra PKL Taman Bungkul.

Malam harinya, suasana semakin pecah saat acara hiburan dimulai. Tio Subaktiono, seorang dosen yang juga musisi dan motivator, memandu jalannya acara malam itu dengan sangat luar biasa. Musik yang mengalun indah membuat semua peserta larut dalam kegembiraan. Di sini, kami melepaskan semua sekat jabatan, status sosial, maupun tingkat kekayaan. Kami semua kembali menjadi mahasiswa angkatan 1986 yang polos dan penuh tawa.

Hari Kedua: Menyeberang ke Madura dan Berburu Kuliner Legendaris

Kedua bukit kapur ini sering orang sebut sebagai Grand Canyon-nya Madura. Guratan dinding bukit yang unik memberikan latar belakang foto yang sangat estetik untuk koleksi kisah perjalanan hidup kami.

Sebelum kami bertolak kembali ke Surabaya, kami tidak lupa singgah untuk mengisi perut. Kami mencicipi kuliner legendaris Bebek Sinjay yang terkenal dengan sambal mangga mudanya yang segar dan pedas menggugah selera.


Hari Ketiga: Pelukan Perpisahan Menuju Reuni Berikutnya
Hari ketiga menjadi momen yang cukup mengharukan bagi kami semua. Kami memulai pagi dengan ramah tamah singkat dan sarapan bersama sebelum jadwal check-out hotel. Sebelum berpisah, kami menyanyikan lagu perpisahan bersama-sama sebagai simbol janji untuk terus menjaga komunikasi.

